Rabu, 12 September 2018

Lalu Hilang...


Hai kau tau ? satu waktu aku pernah merasaakan kegelisahan yang amat sangat, perasaan khawatir yang amat menyiksa, bahkan aku pernah berpikir untuk mengakhiri segalanya secepatnya . kau tahu tidak ? hal yang paling aku butuhkan saat ini adalah teman.
Teman aku bercerita , membicarakan segala hal yang ada diotakku ini. Kau tahu terkadang rasanya kepala ini seolah ingin meledak karena hal-hal yang mengganguku tak bisa ku ungkapkan kseembarangan orang.
Kau tau ? saat aku menyadiri bahwa aku ini sebenarnya seperti anti sosial, laptop ini beralih fungsi menjadi diary untuku. Kutumpahkan segalanya pada sebuah mesin pintar ini. Rasanya perih ,sepertinya jika mesin ini bisa berbicara sepertiku , mungkin dia akan menertawakanku, ya mengasihaniku karna aku tak seperti yang lainnya.
Kau tau ? aku kadang bersyukur mempunyainya . karena aku bisa bebas mengeluarkan apapun yang ada dikepalaku , seperti luapan emosiku yang tak pernah bisa aku atur.
Tunggu....
Bolehkah aku bercerita lagi tentang mereka orang-orang yang aku rindukan namun sudah tak lagi sama ?
Pertama aku ingin bercerita tentang laki-laki itu .... yang sudah sangat lama mengenalku. Dan sekarang dia seolah pergi meninggalkan aku sendiri (Lagi) . kau tahu yang ku rindukan dari dia ? dia yang menemani malamku dengan canda tawa,dia yang menemani aku disaat aku kesepian. Aku merindukan dia ,, rindu sekali.
Lalu aku merindukan seorang lelaki yang menyebalkan namun bisa memberikan pelajarn-pelajaran kehidupannya untuku agar aku sedikit bisa melewati masalah yang ada dalam hidupku. Kau tahu ? walalupun kita tidak terlalu lama saling mengenal tapi dia banyak memotivasi hidupku.
Aku juga rindu laki-laki itu, laki-laki yang selalu bisa membuat aku menjadi seseorang yang begitu banyak bicara , tidak seperti aku yang biasanya. Dia juga bisa memngimbangi imajinasiku yang kadang terdengar aneh ketika kau coba untuk ceritakan.
Dan aku juga rindu kepada mereka yang dulu menemani hari hariku saat ditempat yang mereka sebut sekolah

Lalu Pergi...


Pertemuan pertama , saat itu kau datang dengan waktu yang ternyata lebih lama dari perkiraanmu,kau datang dengan meperlihatkan senyum manismu kearahku. Senyum yang biasanya hanya bisa kau nikmati dari sebuah layar kecil yang orang lain biasa sebut “Handphone”. Dan kali ini aku bisa melihatnya secara langsung. Aku senang, Bahagia.
Kedua kau menipuku ! kau bilang saat itu kau tidak berubah pikiran lalu memutar jalan untuk pulang. Kau berhasil menipuku, iya  aku mempercayainya haha lucu bukan? Padahal tanpa sepengetahuanku kamu bahakan sudah berada dirumahku. Itu hal yang baru aku rasakan , mendapat kejutan  dari orang yang aku sayangi. Kau tahu ? sekali lagi AKU BAHAGIA.
Dan terakhir .. iya ini terakhir... ahahah terakhir dia datang padaku sama seperti pertama kali kita bertemu dengan senyuman diwajahnya yang khas ... dia bilang “ Kali ini waktu terasa berjalan lebih cepat. Tunggu aku ya.. aku pasti kembali” .
Saat itu hingga sekarang dia tidak pernah lagi kembali.

Sabtu, 02 April 2016

THE ONE AND ONLY



Pernah denger kan istilah “The One and Only” , yap biasanya istilah itu sering dipake buat anak-anak remaja yang lagi dimabuk cinta. Contohnya ketika si cewe atau si cowok ngungkapin hal itu kepasangannya dengan bilang kamu itu “The One and Only “ yang kesatu dan satu-satunya untuk aku ,lalu pasangannya senyum-senyum manja karna dirayu kaya gitu.  Tapi maksud “The One and Only” yang mau dibahas disini sih bukan gitu kok.
Jadi gini....

“The One and Only” , yang pertama dan satu-satunya kita lihat darisisi lainnya misalnya dalam sebuah keluarga mempunya satu orang anak dan hanya dia tanpa punya sodara adik atau kakak, yang itu berarti kan “The One and Only” nya si Keluarga ini. Menjadi satu-satunya anak dalam sebuah keluarga itu tidak serta merta menjadikan hidup si anak itu bahagia terus loh.
Pernah denger pendapat orang banyak tentang “anak tunggal itu pasti bahagia karna selalu dimanja” ? itu bohong. Mungkin ada benernya juga tapi gak sepenuhnya bener loh , karna tergantung juga dia dilahirkan dikeluarga macam apa. Tapi tau gak sih ? sebenernya tugas yang di emban si anak tunggal ini lebih berat dibanding si Sulung atau Si Bungsu, karena semua harapan orang tuanya hanya terpusat kepada dia atau dengan katalain Masa Depan keluarganya Tanggung Jawab dia.
Hal semacam itu enggak bisa terbantahkan lagi sama si tunggal, mau gak mau dia harus menerima kenyataan yang ada. Mungkin allah mempercayai dia kalau dia bisa mengerjakan tugas yang sudah allah kasih. Terkadang sebagai manusia dia juga merasakan lelah bahkan merasa gak sanggup. Banyak perasaan yang mengganggu si tunggal seperti dia selalu merasa kesepian,mental situnggal pun selalu diuji ,terutama dengan lingkungan yang selalu tidak sama dengan yang dia harapkan.
Dan tau gak sih ? kebanyakan anak yang diposisi ini mempunyai kepribadian yang lebih rapat, tertutup, ada yang intovert lalu juga skeptis,dan beberapa dari mereka bahkan skeptis, ya karena semua itu terbentuk dari mental situnggal yang merasa dirinya punya beban yang hebat dibanding anak-anak lain.
Dan diluar dari semua itu, diluar dari segala sifat yang mungkin terlihat negatif, dia adalah seseorang yang kuat, dan perlu diingat juga kalo dia bukan lah orang yang egois. Dia selalu bersyukur ,walau dengan segala tuntutan yang merasuk pikiran dia.